Jumat 10-Jun-2022 15:54 WIB
687
Foto : klikdokter.com
Dua tersangka penyimpan tujuh mayat janin bayi di kotak makan, NM (29) dan SP (30), menjalani pemeriksaan kejiwaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Keduanya ditangkap masing-masing di Tana Bumbu, Kalimantan Selatan dan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak menyatakan bahwa pemeriksaan kejiwaan dilakukan untuk mengungkap motif yang sebetulnya dari kasus ini.
Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan DNA dari kedua tersangka guna dicocokan dengan jenazah bayi yang ditemukan.
Reonald mengatakan kedua tersangka mengakui bahwa tujuh mayat janin bayi yang disimpan di kotak makan di kamar kos tersangka NM adalah hasil hubungan asmara mereka.
Sebelumnya diketahui kasus penyimpanan tujuh mayat janin bayi di dalam kotak makan di sebuah kamar kos Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan terungkap saat pemilik kos akan membersihkan kamar tersangka yang kosong selama enam bulan.
Kamar tersebut disewa oleh NM tetapi selama enam bulan terakhir NM pergi dan tidak membayar uang sewa. Saat dibersihkan, pemilik kos menemukan jenazah yang diduga bayi.
Kemudian, pemilik kos melaporkan kejadian kepada polisi dan Kapolrestabes Makassar langsung melakukan penyelidikan.
Tujuh mayat janin bayi yang ditemukan di dalam kotak makan sengaja NM dan SP simpan karena takut ketahuan hamil di luar nikah oleh keluarga. Aborsi pertama dilakukan pada tahun 2012 dan berlanjut hingga tujuh kali.
Konten Terkait
Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Minggu 28-Dec-2025 20:05 WIB
TACB membahas dan menilai sejumlah bangunan serta struktur yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Makassar.
Kamis 18-Dec-2025 20:12 WIB
Kegiatan diadakan Dispora Kota Makassar dalam rangka updating perhitungan Indeks Pembangunan Pemuda.
Kamis 18-Dec-2025 20:12 WIB
GoTo menjadi ekosistem digital pertama di Indonesia yang menanggung langsung iuran jaminan sosial untuk ratusan ribu mitra
Jumat 12-Dec-2025 20:18 WIB
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas menegaskan kesehatan mental perempuan yang tidak boleh lagi dipandang sebagai isu pinggiran.
Minggu 07-Dec-2025 20:15 WIB






