Selasa 25-Oct-2022 14:07 WIB
695
Foto : wartakota
brominemedia.com –
Al Chaidar, pengamat terorisme dari Universitas Malikusaleh Aceh, menduga
perempuan yang menodongkan pistol kepada
Paspampres di depan Istana Presiden, merupakan rekrutan baru kelompok Jamaah
Ansharut Daulah (JAD).
Ia menuturkan, hal itu ia cirikan dari pakaian yang
dikenakan oleh perempuan tersebut, saat melancarkan aksinya di depan Istana
Presiden.
"Dan karena bajunya masih warna-warni, tidak hitam
semua, kemungkinan dia baru direkrut."
"Kemungkinan baru tiga bulan sekian," kata Al
Chaidar ketika dihubungi Tribunnews, Selasa (25/10/2022).
Meski begitu, ia menilai aksi perempuan yang menerobos
Istana Presiden itu tergolong nekat, terlebih sampai mendongkan senjata api
kepada anggota Paspampres.
Chaidar pun memperkirakan perempuan tersebut sudah siap
mati, karena nekat menerobos Istana Presiden dengan membawa senjata.
"Tapi dia sudah siap mati itu. Dia tahu bahwa dia akan
ditembak, dan dia akan syahid, tapi kalau masih hidup akan dinikahi oleh yang
merekrutnya," beber Chaidar.
Terkait senjata api itu, Chaidar menduga perempuan tersebut
mendapat senjata jenis FN dari jaringan ISIS yang ada di Indonesia.
"Kemungkinan dia dapat pistol dari jaringan ISIS yang
ada," ulasnya.
Komandan Paspampres Marsda TNI Wahju Hidajat Soedjatmiko
menjelaskan insiden seorang perempuan kedapatan membawa senjata di depan Istana
Kepresidenan Jakarta, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (25/10) pagi.
Ia mengatakan, perempuan tersebut ditangkap anggotanya dan
diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah diserahkan,” katanya.
Wahju mengatakan, perempuan tersebut kedapatan membawa senjata api jenis FN, sekitar pukul 07.00 WIB.
Ia meluruskan, perempuan tersebut tidak ditangkap karena berupaya menerobos ke Istana Kepresidenan. Perempuan tersebut ditangkap Paspampres karena tingkah lakunya yang mencurigakan.
Perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres di depan Istana Merdeka, berada dekat lampu lalu lintas.
“Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut."
"Dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres),” katanya.
Melihat kondisi seperti itu, anggota Paspampres langsung mengambil senjata api yang ditodongkan, dan menyerahkan perempuan tersebut kepada anggota polisi lalu lintas yang sedang bertugas di depan Istana.
“Saat ini perempuan tersebut sudah berada di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan."
"Untuk lebih lanjut silakan ditanyakan kepada Polda Metro Jaya,” ucap Wahju.
Konten Terkait
Anggaran Rp100 miliar yang akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pembongkaran 98 tiang monorel menuai polemik. Pramono Anung beri penjelasan.
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB
Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...
Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB
DNIKS meminta pemerintah, agar tahun 2026 lebih memprioritaskan program keadilan sosial, kesejahteraan sosial.
Minggu 11-Jan-2026 20:23 WIB
Kebijakan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil yang Membuatnya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengingatkan, seluruh pelaku usaha wajib melakukan sertifikasi halal paling lambat 17 Oktober 2026.
Kamis 08-Jan-2026 01:16 WIB



