Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

KRIMINAL

Pekerjaan Novi Damayanti Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Mertua di Kendari, Sewa Pembunuh Bayaran

Rabu 17-Apr-2024 20:32 WIB

599

Pekerjaan Novi Damayanti Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Mertua di Kendari, Sewa Pembunuh Bayaran

Foto : tribunnews

Brominemedia.com – Novi Damayanti (24) menantu tega dalangi pembunuhan sang mertua bernama Mirna (51) di Kendari kini jadi perbincangan.

Bagaimana tidak Novi sampai nekat menyewa pembunuh bayaran tak lain temannya bernama Firman alias CM untuk menghabisi nyawa mertua.

Uang yang ditawarkan Novi ke Firman tak sedikit jumlahnya yakni mencapai Rp 75 Juta untuk tindakan keji tersebut.

Bahkan Novi sudah lebih dulu mencicil uang Rp 9,5 Juta  kepada Firman demi bisa menjalankan aksi pembunuhan.

Tak hayal publik menyoroti latarbelakang dari Novi Damayanti si dalang pembunuhan sang mertua.

Lalu apakah pekerjaan dari Novi Damayanti hingga mampu menyewa pembunuh bayaran?

Berdasarkan hasil penelusuran Tribunsumsel.com, Rabu (17/4/2024), terkuak pekerjaan yang dilakukan Novi Damayanti selama ini.

Novi Damayanti disebut-sebut bekerja sebagai seorang bendara di sebuah pabrik gas elpiji di tempat asalnya.

Sedangkan suami Novi Damayanti hanyalah seorang pegawai honorer di Bappeda Provinsi Sultra.

Dalam pengakuannya, Novi mennyimpan dendam dan rasa sakit hatinya kepada sang mertua.

Novi lantas menguak pemicu permasalahan dengan sang mertua selama ini.

Sang mertua dituding selalu ikut campur dalam urusan rumah tanggan dengan suami 

Bahkan selama menikah, Novi merasa bak di anak tirikan oleh sang mertua.

"Saya dendam dengan kedua mertua, semenjak saya menikah dengan suamiku, sampai hari itu juga, saya tidak pernah dianggap menantu dikeluarganya pak," ujarnya kepada penyidik

Adapun Novi menyebut dirinya dituduh tidak pernah kasih uang keluarga suami.

"Saya katanya yang menghalangi suamiku kasih orang tuanya uang," ujarnya.

Tak hanya itu, Novi dituding kerap menghabiskan uang dengan cara berfoya-foya.

" Saya katanya foya-foya uang, makanya suamika tidak berikan uang keponakannya dan orangtuanya," imbuhnya.

Puncak sakit hati Novi memuncak manakala anaknya dikasih jatuh sama mertua sendiri.

"Anaknya dikasih jatuh sama mertua, malahan  dia hanya ketawa-tawa saja," tuturnya.

"Sudah lama sekali saya simpan-simpan sakit hati sejak saya menikah 2022," tambahnya.


Kronologi Pembunuhan

Inilah awal mula seorang wanita muda di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara berinisial ND (24) mengatur siasat sebelum membunuh mertuanya M (51).

Kejadian itu dialami M saat berkendara bersama ND di Jalan Madusila, Anduonohu, Poasia, Kendari, Sultra pada Minggu (7/4/2024) sekira pukul 14.00 Wita.

Akibat insiden itu, M seorang ibu rumah tangga di Sampara, Konawe tewas dengan 10 luka tusuk di leher dan badannya.

Hasil penyidikan, Polresta Kendari menemukan bahwa ND merencanakan pembunuhan korban dengan rekan prianya berinisial MF (21). Pelaku MF yang juga tetangga ND berperan sebagai eksekutor. MF menusuk korban saat berada di dalam mobil yang dikemudikan ND.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, mengatakan, ND dan MF merencanakan pembunuhan itu disalah satu rumah makan di Kota Kendari.

ND bertemu dengan MF untuk merencanakan pembunuhan mertuanya pada Minggu pagi sekira pukul 08.00 Wita.

"Setelah bertemu ND bersama suami dan anaknya pergi ke Sampara, Konawe," ucap Kapolresta Kendari.

Setelah tiba di rumah mertuanya itu, ND mengajak korban belanja kebutuhan kue di Indogrosir Kendari.

Saat itu, ND tidak mengajak suami dan anaknya, hanya korban dengan menggunakan mobil Honda Brio berwarna kuning.


Ketika tiba di Kendari, keduanya langsung berbelanja, kemudian menuju Pasar Anduonohu untuk membeli bawang.

ND lalu mengarahkan kendaraaan ke arah Citraland lalu memutar kembali ke arah Jalan Madusila.

Kemudian ND memutar lagi ke arah Citraland lalu menuju dekat Kantor DPRD Kota Kendari.

Di lokasi itu, ND memarkirkan kendaraannya, kemudian MF masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tepat di belakang korban M duduk.

"Mertuanya ini, M sempat bertanya ke ND itu siapa. Dan ia menjawab kalau itu sepupunya," ucap Kapolresta Kendari.

Aris mengatakan dari penyelidikan, ND berkendara dengan memutari dari area bundaran Citraland dan Jalan Madusila sebanyak dua kali ternyata hanya modus.


Karena saat itu ND sengaja meminta MF untuk menunggu di pinggir jalan dan menemui saat mobil terparkir di dekat Kantor DPRD Kendari.

"Kemudian saat sudah di dalam mobil, MF langsung mngeksekusi korban dengan cara menjerat leher dengan tali dan menusuk pakai pisau. Tali dan pisau itu sudah disiapkan pelaku MF," jelas Aris.

Setelah mengeksekusi korban, ND menyerahkan HP, uang, dan perhiasannya ke MF dan membawanya turun di tempat untuk pelaku melarikan diri.

ND kemudian berhenti dan meminta tolong ke pengendara lain yang melintas dengan berpura-pura menjadi korban begal.


Konten Terkait

PERISTIWA Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN

Unima mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen berinisial DAM yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual.

Selasa 13-Jan-2026 19:06 WIB

Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN
KRIMINAL Tergiur Upah Receh Rp 100 Ribu, Penjual HP Bekas di Kubu Raya Masuk Sel Disergap Tim Labubu

Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lainnya yang terhubung dengan pelaku MN dan FY.

Senin 12-Jan-2026 20:04 WIB

Tergiur Upah Receh Rp 100 Ribu, Penjual HP Bekas di Kubu Raya Masuk Sel Disergap Tim Labubu
PERISTIWA Kebijakan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil yang Membuatnya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Kebijakan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil yang Membuatnya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB

Kebijakan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil yang Membuatnya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
PERISTIWA KAI Minta Maaf dan Tempuh Jalur Damai Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi

Manajemen PT KAI (Persero) dan Manajemen KAI Services menempuh jalur damai dalam menyelesaikan kasus penyalahgunaan data penumpang.

Jumat 09-Jan-2026 20:03 WIB

KAI Minta Maaf dan Tempuh Jalur Damai Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi
PERISTIWA Richard Lee Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Alasan Polisi

Richard Lee tidak ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka. Polisi menilai dia kooperatif dan pemeriksaan dilanjutkan pekan depan.

Kamis 08-Jan-2026 01:37 WIB

Richard Lee Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Alasan Polisi

Tulis Komentar