Selasa 08-Oct-2024 20:22 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Moch Bilal, warga Desa/Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membudidayakan melon varietas golden inthanon di green house.
Ketika musim panen, Bilal membukanya sebagai wisata petik melon.
Siapa saja bisa berkunjung dan langsung memetik melon dengan rasa manis ini.
Bilal mengaku sengaja membuka wisata petik melon agar pengunjung bisa menikmati keseruan memetik buah langsung dari pohonnya.
"Biasanya pembeli kan, beli di toko buah atau pasar, kalau ini mereka menikmati sensasinya memetik langsung di pohon," katanya, Senin (7/10/2024).
Ia mengatakan, buah melon ini berbeda dengan varietas yang biasanya ada di toko buah.
"Melon ini jenis premium, harganya lumayan mahal. Beda seperti melon di bawah inthanon ini," tandasnya.
Ketika dicoba, buah melon jenis ini meskipun berukuran kecil, namun rasanya begitu manis.
Tekstur buahnya ketika digigit renyah dan juicy.
Tak heran, 1 kilogram buah melon ini dihargai Rp 23 ribu. Namun, siapapun yang mencobanya pasti akan dipuaskan dengan rasanya yang manis.
Untuk perawatannya dapat dibilang tidak rumit.
Terlebih Bilal menanamnya di green house.
Sehingga keuntungan menanam di green house adalah tanaman ini tidak mudah diserang serangga.
Namun kekurangannya, tanaman ini lebih sering berjamur.
Masa panen buah melon ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan dari awal tanam.
Di lahan seluas 17x10 meter ini, Bilal memprediksi mampu memanen hingga 6 kuintal.
"Kemarin itu kita dapat 460 kilogram, kira-kira ya dapat Rp 9 jutaan. Kalu ini kayaknya lebih banyak, sekitar 6 kuintal," tukasnya.
Konten Terkait