Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

KESEHATAN

Ada Tahu dan Tempe di MBG, Protein Nabati di Kedelai tidak Kalah Hebat

Jumat 07-Nov-2025 20:19 WIB

114

Ada Tahu dan Tempe di MBG, Protein Nabati di Kedelai tidak Kalah Hebat

Foto : mediaindonesia

Brominemedia.com - nabati yang berasal dari kedelai serta olahannya, seperti tahu dan tempe, terbukti memiliki manfaat besar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.

Certified Nutritionist Melly Wijayanti, S.Gz., menjelaskan bahwa protein memiliki peran yang sangat penting dalam masa pertumbuhan anak. 

“Protein berperan sebagai zat pembangun, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Melly, di Jakarta, Jumat (7/11). 

Ia menambahkan, anak-anak usia sekolah dasar membutuhkan sekitar 25 hingga 45 gram protein setiap hari, tergantung berat badan. 

“Idealnya dalam satu porsi makan program MBG, terdapat 8–15 gram protein agar kebutuhan harian mereka tercukupi,” ungkapnya.

Meski begitu, Melly mengakui bahwa keterbatasan anggaran program MBG menjadi salah satu tantangan utama dalam penyediaan menu yang ideal. 

Sumber protein hewani seperti ayam, ikan atau telur memiliki harga lebih tinggi dibandingkan bahan nabati. Akibatnya, porsi protein dalam menu MBG kerap tidak maksimal. 

“Kita tidak bisa menyalahkan pihak penyusun menu, karena memang banyak keterbatasan di sistem, terutama pada alokasi biaya,” katanya.

Meski demikian, ahli gizi ini menilai bahan pangan berbasis kedelai dapat menjadi alternatif yang sangat baik. 

Menurut Melly, tempe dan tahu memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi serta mudah diolah. 

“Kalau memang ada keterbatasan dalam akses produk hewani, dibandingkan makan telur dua hari sekali, lebih baik tahu atau tempe setiap kali makan, karena harganya jauh lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi kedelai nasional Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 2,75 juta metrik ton pada 2025. 

Tingginya kebutuhan tersebut salah satunya karena adanya program MBG. Sebagian besar kebutuhan kedelai nasional tersebut saat ini belum bisa dipenuhi dari hasil produksi pertanian dalam negeri. Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan produksi kedelai lokal di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Melly menambahkan, protein sebaiknya tetap ada di setiap menu makan anak-anak, meskipun tidak selalu dari sumber hewani. 

“Idealnya memang dari hewani karena lebih mudah diserap tubuh, tapi jika sumbernya terbatas, bisa diselingi dengan nabati. Setidaknya dua kali seminggu tetap ada lauk hewani jika memungkinkan,” jelasnya.

Melly meyakini, adanya protein hewani dan nabati dalam setiap menu yang disantap anak-anak, membuat para penerima MBG tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang seimbang. 

Program ini, menurutnya, tidak hanya soal pemberian makanan gratis, tetapi juga memastikan bahwa setiap porsi yang disajikan benar-benar mempunyai nilai gizi yang baik bagi pertumbuhan, kecerdasan dan masa depan anak-anak Indonesia. (Z-1)


Konten Terkait

PEMERINTAHAN BGN Investigasi 803 Orang Dilaporkan Keracunan MBG di Grobogan

Badan Gizi Nasional merespons laporan 803 warga di Grobogan diduga keracunan makan bergizi gratis. Investigasi sedang berlangsung saat ini.

Selasa 13-Jan-2026 19:32 WIB

BGN Investigasi 803 Orang Dilaporkan Keracunan MBG di Grobogan
PERISTIWA Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN

Unima mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen berinisial DAM yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual.

Selasa 13-Jan-2026 19:06 WIB

Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN
PEMERINTAHAN BUMD Siak PT Persi Targetkan Dividen Rp 20 M Tahun Ini

BUMD PT Permodalan Siak (Persi) menargetkan dividen sebesar Rp 20 miliar pada tahun 2026.

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

BUMD Siak PT Persi Targetkan Dividen Rp 20 M Tahun Ini
PEMERINTAHAN Dorongan Kuatnya Belanja Akhir Tahun Picu Defisit Fiskal 2025 Melebar

DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.

Kamis 08-Jan-2026 20:00 WIB

Dorongan Kuatnya Belanja Akhir Tahun Picu Defisit Fiskal 2025 Melebar
TREND Rayakan Tahun Baru Berbeda, The Reiz Suites Hadirkan Live Doodle Art dan Merchandise Eksklusif

Rayakan Tahun Baru Berbeda, The Reiz Suites Hadirkan Live Doodle Art dan Merchandise Eksklusif

Jumat 02-Jan-2026 20:14 WIB

Rayakan Tahun Baru Berbeda, The Reiz Suites Hadirkan Live Doodle Art dan Merchandise Eksklusif

Tulis Komentar