KESEHATAN

Kapan Kurma Jadi Pantangan? Penderita 5 Penyakit Ini Harus Waspada

Kamis 27-Feb-2025 20:30 WIB 358

Foto : liputan6

Brominemedia.com – Kurma, buah manis yang kaya nutrisi, seringkali menjadi pilihan camilan sehat. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang perlu mewaspadai konsumsi kurma? Kandungan gula, kalium, dan fruktosa yang tinggi dalam kurma dapat berdampak negatif bagi kesehatan beberapa orang.

Artikel ini akan membahas beberapa penyakit yang perlu diwaspadai sebelum mengonsumsi kurma. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan bukan sebagai pengganti saran medis dari dokter atau ahli gizi. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengubah pola makan, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Konsumsi kurma yang berlebihan atau bahkan konsumsi dalam jumlah sedikit saja bisa berisiko bagi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami kandungan gizi kurma dan dampaknya bagi tubuh, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai hal ini.


Kandungan Gizi Kurma

Sebelum membahas penyakit yang perlu mewaspadai konsumsi kurma, mari kita lihat terlebih dahulu kandungan gizinya. Kurma kaya akan berbagai nutrisi penting, termasuk serat, vitamin, dan mineral. Kandungan gula alami yang tinggi menjadi ciri khasnya, terutama sukrosa, glukosa, dan fruktosa.

Selain gula, kurma juga mengandung kalium dalam jumlah signifikan. Kalium penting untuk fungsi otot dan saraf, tetapi konsumsi berlebihan dapat berbahaya bagi penderita penyakit ginjal. Kurma juga mengandung berbagai vitamin, seperti vitamin B6, vitamin K, dan asam folat.

Mineral seperti magnesium, mangan, dan tembaga juga terdapat dalam kurma. Namun, kekayaan nutrisi ini tidak berarti kurma aman dikonsumsi oleh semua orang tanpa batasan. Beberapa individu perlu berhati-hati dan bahkan menghindari konsumsi kurma.

Komposisi nutrisi kurma bervariasi tergantung jenis dan tingkat kematangannya. Kurma Medjool, misalnya, cenderung lebih tinggi kalori dan gula dibandingkan kurma jenis lain. Penting untuk memperhatikan jenis kurma yang dikonsumsi dan jumlahnya.

Penyakit Apa yang Tidak Boleh Makan Kurma?

Beberapa kondisi kesehatan perlu mewaspadai konsumsi kurma.

- Penderita penyakit ginjal: Orang dengan konssi ini harus sangat berhati-hati karena kandungan kalium yang tinggi dalam kurma dapat membahayakan kesehatan ginjal mereka. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk menentukan jumlah konsumsi yang aman.

- Penderita diabetes: Penderita diabetes juga perlu membatasi konsumsi kurma karena indeks glikemik (GI) yang tinggi. Karbohidrat dalam kurma cepat diserap tubuh dan dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Konsumsi kurma harus diawasi ketat oleh dokter atau ahli gizi.

- Orang dengan intoleransi fruktosa, terutama intoleransi fruktosa herediter (HFI), harus menghindari kurma. Fruktosa tinggi dalam kurma dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk kerusakan hati dan ginjal. Konsultasi dengan dokter sangat penting dalam kasus ini.

- Alergi terhadap kurma juga perlu diwaspadai. Reaksi alergi dapat berupa sakit perut, kembung, diare, ruam kulit, dan bahkan serangan asma. Kurma kering, yang sering mengandung sulfit sebagai pengawet, dapat meningkatkan risiko reaksi alergi.

Selain itu, orang dengan masalah pencernaan tertentu, seperti diare atau sindrom iritasi usus besar (IBS), mungkin perlu membatasi konsumsi kurma karena kandungan seratnya yang tinggi. Orang yang sedang menjalani diet rendah kalori juga perlu memperhatikan asupan kalori dari kurma.

Penderita diabetes, penyakit ginjal, intoleransi fruktosa, dan alergi perlu sangat berhati-hati dalam mengonsumsi kurma. Konsultasi dengan tenaga medis sangat penting untuk menentukan jumlah konsumsi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Ingatlah bahwa informasi ini bersifat umum. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat penting sebelum mengubah pola makan, terutama bagi penderita penyakit kronis. Mereka dapat memberikan saran yang tepat dan aman sesuai dengan kondisi kesehatan individu.
Share:

Konten Terkait

RAGAM 5 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan, Bukan Cuma Tangkal Radikal Bebas

Teh hijau memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, diantaranya mencegah penuaan dini sampai melindungi kesehatan otak.

Selasa 13-Jan-2026 20:00 WIB

PEMERINTAHAN Daftar 10 Pejabat Eselon II Pemkab Muaro Jambi Dilantik Bupati Hari Ini

Bambang Bayu Suseno resmi melantik 10 pejabat eselon II di rumah dinas Bupati Muaro Jambi..

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

PERISTIWA Pemeriksaan Richard Lee Dihentikan karena Alasan Kesehatan, Penyidik Ajukan 73 dari 85 Pertanyaan

Pemeriksaan Richard Lee dihentikan di pertanyaan ke-73 karena sakit. Kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen akan dilanjutkan pekan depan.

Kamis 08-Jan-2026 01:24 WIB

PERISTIWA Kondisi Drop, Polisi Hentikan Sementara Pemeriksaan Richard Lee

Dokter Richard Lee menghentikan pemeriksaan setelah 8 jam karena kurang enak badan. Kasusnya terkait pelanggaran UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen.

Kamis 08-Jan-2026 01:15 WIB

SAINS RSUD Kajen Tetap Buka Poliklinik Minggu Selama Libur Panjang Nataru

Di tengah libur Nataru, RSUD Kajen tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Minggu 28-Dec-2025 20:12 WIB

Tulis Komentar