Brominemedia.com – Sepeda motor matic kini semakin mencengkeram pasarsepeda motor Tanah Air dengan menguasai 92 persen penjualan sepeda motor nasional.
"Pasar motor matic sekarang sudah 92 persen. Sisanya 8 persen dikuasai sepeda motor tipe bebek dan sport. Pasar ini (bebek dan sport) mengecil, tapi ini tidak hanya terjadi di (penjualan) Honda tapi juga di industri (sepeda motor)," kata Executive Vice President AHM, Thomas Wijaya di sela acara silaturahmi AHM dengan editor media di Jakarta, pekan ini.
Secara nasional, penjualan sepeda motor berbagai tipe di 2024 mencapai 6,3 juta unit. Angka ini tumbuh 5 persen dibanding capaian penjualan di 2023.
Selama 2024, AHM menjual 4,98 juta unit motor dengan market share nasional 78 persen. "Penjualan motor kita bertumbuh dengan baik."
Thomas mengatakan, penjualan motor matic yang sangat besar ini sejalan dengan komposisi demografi Indonesia di mana usia anak muda dan produktif sangat besar.
"Kita sekarang menggarap segmen anak muda karena tren pasar mengarah seperti itu dan itu juga berdasar hasil riset kita juga. Pasar kita yang untuk segmen dewasa ada, tapi usia mereka sekarang semakin mature," beber Thomas Wijaya.
Untuk menggarap segmen ini, kreativitas mencari celah pasar baru sangat penting diantaranya dengan merilis model-model motor matic yang berbeda segmennya dari model yang sudah lebih dulu dipasarkan.
"Untuk mengangkat produk, kita terus mengangkat uniqueness-nya secara terus-menerus."
"Kita harus stand out among the crowd seperti matic Scoopy dan Stylo itu uniqueness-nya apa. Itu yang kita angkat terus," kata Thomas Wijaya.
Industri Sepeda Motor Hadapi Beragam Tantangan: Selera Pasar Berubah
Thomas menambahkan, industri sepeda motor nasional saat ini menghadapi beragam tantangan.
Diantaranya, perubahan pasar, perubahan teknologi serta perubahan selera konsumen yang berkembang cepat.
"Perkembangan teknologi dan selera konsumen sekarang terjadi cepat sekali," kata Thomas.
Misalnya, masyarakat kini mulai menyukai sepeda motor listrik. Meski pasarnya masih
kecil, minat masyarakat terhadap sepeda motor listrik makin meningkat.
"Pelaku industri harus terus mengupayakan efisiensi, dan produktivitas," ujarnya.
"Tahun ini banyak tantangan di dalam negeri dan di luar negeri. Pemimpin-pemimpin politk dunia terutama dari negara-negara besar banyak yang berubah (arah kebijakannya)."
"Kondisi politik sangat challenging. Tapi Indonesia ini agile (tahan banting). Apapun tantangannya bisa hadapi."
"Harapan kita, bersama AISI, pasar sepeda motor bisa terus bertumbuh di 6,4 juta unit samlai 6,7 juta unit di tahun 2025 ini," kata Thoma Wijaya.