Jumat 19-Sep-2025 20:46 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Polres Bogor menyiapkan posko gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Parung Panjang yang sempat memanas akibat keresahan masyarakat terhadap aktivitas truk tambang.
Selain menjaga keamanan, posko ini juga akan memantau pelanggaran operasional truk tambang di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.
"Untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Bogor, kita sudah menyiapkan beberapa titik pos gabungan dari Dishub, Polisi Pamong Praja, Polri dan TNI," kata Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto di Cibinong, Jumat (19/9/2025).
Pos gabungan ini akan dibangun di Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Cigudeg yang merupakan lokasi kuari tambang dan titik-titik kantong parkir truk tambang.
"Sekarang sedang dihitung titik-titik untuk pos gabungan dan jumlah personel yabg ditempatkan. Kita juga koordinasi dengan Pemkab Tangerang dan Polres Tangerang," paparnya.
AKBP Wikha memastikan jajaran Polres Bogor terus siaga dalam menjaga kondusivitas wilayah Parung Panjang.
"Kami telah menerjunkan personel ke wilayah Parung Panjang untuk mencegah keributan antar-masyarakat," tuturnya.
Dia mengungkapkan keributan antara masyarakat dengan para supir tambang hampir pecah di Parung Panjang pada Kamis (18/9/2025) malam.
Keributan ini dipicu oleh aksi para supir truk tambang yang ingin menutup jalan.
"Alhamdulilah, personel kami bergerak cepat sehingga tidak terjadi penutupan jalan," paparnya.
Pemkab Bogor dan Pemkab Tangerang, lanjut dia, akan menggelar pertemuan dalam dua hari kedepan untuk membahas relaksasi jam operasional truk tambang.
"Bupati Bogor akan bertemu Bupati Tangerang untuk menyinkronkan peraturan bupati (Perbup) agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan. Kalau sudah sinkron, mudah-mudahan permasalahan bisa selesai,” ujar AKBP Wikha.
Dia pun menghimbau semua pihak agar menjaga suasana kondusif di Kabupaten Bogor.
“Kita akan sama-sama menjaga wilayah dan menjaga diri, sehingga apa yang dibicarakan nanti benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat di kedua daerah,” tandas AKBP Wikha.
Konten Terkait